Desember 19, 2008

Kapan aku bisa berhenti menangis karena cinta

Dan kapan cinta bisa menangis untukku

Kapan cinta bisa mengerti seperti aku mengerti cinta

Kapan cinta bisa memangkuku

Seperti aku menempatkan cinta di tempat yang paling indah dalam hatiku

Dan kapankah kau mengerti

Betapa setiap malam namamu adalah nama yang terakhir ku sebut

Dan nama yang pertama kala ku ucap

Ketika aku terbangun dalam mimpiku

Kini aku bertanya salahkan jika aku mencintaimu



kamu tahu?

kemarin malam aku menangis karena merindu..

lalu aku memandang gambaran wajahmu dalam imajiku..

teringat olehku hari-hari yang pernah menjadi mimpi terindah dalam hidupku..

ketika kau datang dan memelukku dari belakang,

lalu kau bilang.."kamu ga kangen ma aku ?"

dan aku tersenyum...

lalu muncul bayangan ketika kau marah karena kecerobohanku..

lalu kau bilang.."kamu senang ya membuat orang lain cemas?"

tak jua luput dari ingat ku kepedihan yang pernah kau tumpahkan..

tak ada suara ketika itu,

kau beringsut ke pelukanku dan menangis sampai kau tertidur...

kau ga pernah disampingku ketika aku sakit..

Tapi selalu memastikan aku makan yang bergizi dan minum obatku...

kau membelaiku sampai ku tertidur,

dan kau tetap terjaga sampai ku terbangun....

Tapi kini kau entah dimana...

bayanganmu pun tak pernah muncul lagi..

Haruskah ku tetap seperti ini,...

Berharap pada setitik rasa yang ga pasti...

Desember 18, 2008

Kalau Ditilang, Minta aja Slip Biru!


Kalau Ditilang, Minta aja Slip Biru!


Guys... Sekedar info nih. Kalau kena tilang, langsung minta aja SlipBiru. Polisi Lalulintas itu punya 2 slip. Slip Merah dan Slip Biru.Kalau Slip Merah, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan maumembela diri secara hukum. Kalau kita dapat Slip Merah, berarti kitaakan disidang. Dan SIM kita harus kita ambil di pengadilan setempat.Tapi ngerti sendiri kan prosesnya? Nguantri yg panjang bgt. Belom lagicalo2 yang bejibun. Tetapi kalau Slip Biru kita mengakui kesalahan kitadan bersedia membayar denda. kita tinggal transfer dana ke nomerrekening tertentu (BNI kalo ga salah). Abis gitu kita tinggal bawa buktitransfer untuk di tukar dengan SIM kita di kapolsek terdekat dimana kitaditilang. Misalnya, kita ditilang di Perempatan Mampang-Kuningan, kitatinggal ambil SIM kita di Polsek Mampang. Dan denda yang tercantum dalamKUHP Pengguna Jalan Raya itu tidak melebihi Rp. 50.000,- dan dananyaResmi, masuk ke Kas Negara. Jadi, kalau ada Polantas yang sampe mintaundertable Rp. 75.000,- atau Rp. 100.000,- Biasanya di Bunderan HI arahImam Bonjol tuh, (sorry) but it's Bu**S**t! Masuk kantong sendiri.Trust me guys, I've been doing this before. Waktu kena tilang diBundaran Kebayoran (Ratu Plaza). Saya memotong garis marga. Karena dariarah senopati sebelumnya saya berfikir untuk ke arah Senayan, tetapi ditengah jalan saya berubah pikiran untuk lewat sudirman saja. Dan sayamemotong jalan. Saya berhenti di lampu merah arah sudirman. Dantiba-tiba Seorang polisi menghampiri dan mengetok kaca mobil. Dia tanya,apa saya tau kesalahan saya? Ya saya bilang nggak tau. Trus dia bilangkalau saya memotong Garis Marga. Saya cuman bilang, masa sih pak? sayanggak liat. Maafin deh pak. Tapi dia ngotot meminta SIM saya. Alhasilsaya harus berhenti sejenak untuk bernegosiasi. Dia meminta Rp.70.000,-. Dengan alasan, kawasan itu adalah Kawasan Tertib Lalulintas."Nyetir sambil nelfon aja ditilang mbak!". Dia bilang gitu. Saya kembalike mobil, dan berbicara sama teman saya yang kebetulan menemaniperjalanan saya. Teman saya bilang, "Udah kasih aja Rp. 20.000,- kalo gamau loe minta Slip Biru aja". Dengan masih belum tau apa itu Slip Biru,saya kembali menghampiri pak polisi sambil membawa uang pecahan Rp.20.000,-. "Pak, saya cuman ada segini." Si polisi dengan arogannyaberkata, "Yaahh.. segitu doang sih buat beli kacang juga kurang mbak".Sambil tertawa melecehkan dengan teman2nya sesama `Polisi Penjaga`."Ya udah deh pak, kalo gitu tilang aja. Tapi saya minta Slip yang warnaBiru ya pak!". Seketika saya melihat raut wajah ketiga polisi ituberubah. Dan dengan nada pelan salah satu temannya itu membisikkan, tapisaya masih mendengar karna waktu itu saya berada di dalam pos. "Ya udah,coba negoin lagi, kalo ga bisa ga papalah. Penglaris, Mangsa Pertama.Hahahaha...". Sambil terus mencoba ber-nego. Akhirnya saya yang menjadi pemenang dalam adu nego tersebut. Dan mereka menerima pecahan Rp.20.000,- yang saya tawarkan dan mengembalikan SIM saya. Dalamperjalanan, teman saya baru menjelaskan apa itu Slip Biru.So, kalo ditilang. Minta Slip Biru aja ya! Kita bisa membayangkan dong,bagaimana wajah sang polantas begitu kita bilang, "Saya tilang aja dehpak, Saya mengaku salah telah menerobos lampu merah.Tolong Slip Biruyah!". Pasti yang ada dalam benak sang polisi "Yaahh... ngga jadi panendeh gue..."Drive Save, Drive Carefully, & Cheers,

KHUSYUK


"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya." (QS Al-Mu'minun (23):1-2)

Seorang ahli ibadah yang bernama Isam bin Yusuf dikenal khusyuk dalam shalatnya. Tetapi, ia masih ragu dengan kekhusyukan ibadah yang telah dilakukannya. Sehingga, ia selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih khusyuk ibadahnya, agar ia bisa memperbaiki ibadahnya yang dirasakan belum khusyuk.

Suatu ketika, Isam pergi menghadiri majelis Hatim Al-Isam dan ia bertanya. "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimana caranya tuan khuyuk dalam shalat?" Hatim menjawab,"Apabila masuk waktu shalat aku ber wudhu lahir dan bathin." Isam betanya lagi,"Bagaimana yang tuan maksud dengan whudu lahir dan bathin itu?."

"Wudhu lahir sebagaimana biasa, yaitu membasuh semua anggota wudhu dengan air. Sedangkan wudhu bathin membasuh anggota dengan tujuh perkara, yaitu dengan bertobat, menyesali dosa-dosa yang dilakukan, tidak dibutakan oleh dunia, tidak mengharap pujian orang (riya'), meninggalkan sifat sombong dan berbangga diri, membuang sifat khianat dan menipu, serta menjauhkan diri dari sifat dengki."

Selanjutnya Hakim berkata, "kemudian aku pergi ke Masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada dihadapanku, surga di sebelah kananku, neraka disebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula aku seolah olah berdiri diatas titian Siratal Mustakim dan aku menganggap shalatku kali ini adalah shalat yang terkahir, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik. Setiap bacaan dan doa dalam shalat kupahami maknanya, kemudian aku ruku' dan sujud dengan tawadhu, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku shalat selama 30 tahun.

Isam pun menangis. Ia merasa shalatnya belum sempurna. Apabila Isam bisa menangis hanya karena mengingat shalatnya yang belum khusyuk, apakah kita bisa melakukan seperti yang dilakukan Isam? Kita, jangankan menangis shalat yang belum khusyuk, meninggalkan shalat lima waktu saja mungkin tanpa rasa bersalah.

Padahal, shalat akan mendekatkan kita pada Allah dan merupakan sarana mendapatkan pertolongan dari Nya. "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (QS Albaqarah (2):45).

Semoga kita bisa menjadi hamba-hamba yang taat mendirikan shalat dan selalu khusyuk dalam shalatnya. Buka sekedar ritual takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, sementara hati kita berkelanan entah kemana.

Kewajiban Menyebarkan SMS


Assalamualaikum. Wr. Wb

Ustad saya mau tanya nih..

akhir akhir ini saya sering dapat sms yang bunyinya amanat dari mekah, penjaga makam nabi bermimpi bertemu rasullullah, dan rasulullah berpesan agar kita selalu bertaqwa.

Barang siapa yang mendapat sms ini di wajibkan menyebarkan sms ini ke 10 temannya, maka akan mendapat rezeki, barang siapa yang tidak menyebarkan maka akan mendapat kesulitan.

Dan masih banyak sms yang hampir serupa yang saya terima.. yang ingin saya tanyakan apakan benar sms seperti diwajibkan untuk menyebarkannya, karena saya takut akan terjadi kesyrikan, apakah saya akan berdosa jika tidak menyampaikan amanat tersebut.

Jawaban:
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sudah sejak zaman dahulu kala penipuan model begini selalu saja muncul. Bedanya, dahulu menggunakan kertas yang diphoto-copy, sekarang di zaman telepon seluler, medianya menggunakan SMS.
Tetapi intinya sama saja, yaitu penipuan dan pembodohan yang sama sekali tidak ada dasarnya. Sayangnya, masih saja ada dari kalangan umat Islam yang termakan dengan pesan berantai model begini. Padahal ada begitu banyak kejanggalan di dalamnya. Antara lain: 1. Di antara isi wasiat yang didasarkan pada impian Syekh Ahmad yang katanya bermimpi bertemu Nabi saw. itu ialah tentang telah dekatnya hari kiamat. Padahal tidak usah lewat wasiat itu pun kita sudah tahu bahwa hari kiamat memang telah dekat. Dalam hal ini ada hadits dari nabi SAW yang menegaskan hal itu. Anas dan Sahl bin Sa'ad berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Aku dan hari kiamat diutus (secara berdekatan) seperti ini. Beliau (mengatakan demikian) sambil memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya." (Muttafaq 'alaih) 2. Isi wasiat tersebut justru merupakan indikasi yang memperlihatkan kebohongan dan kepalsuan wasiat tersebut. Sebab, isi wasiat itu justru berupaancaman dan upaya menakut-nakuti orang yang tidak mau menyebarluaskannya. Misalnyabahwa ia akan mendapat musibah dan kesusahan, anaknya akan mati dan hartanya akan habis. Hal ini tidak pernah dikatakan oleh seorang manusia pun yang normal pikirannya, terhadap kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Tidak ada perintah bahwa orang yang membaca Al-Qur'an harus menulisnya setelah itu kemudian menyebarluaskannya kepada orang lain.Jika tidak, akan terkena musibah. Begitu pula tidak ada perintah bahwa orang yang membaca Shahih Bukhari harus menulisnya dan menyebarluaskannya kepada khalayak ramai, sebab kalau tidak, akan tertimpa musibah. BahkanAl-Qur'an dan Sunnah Rasul pun tidak main ancam dengan pola demikian. Bagaimanamungkin sampai adawasiat yang bisa-bisanya main ancam? Secara logika tentu sudah tidak bisa diterima. Apalagi logika orang muslim yang memahami Islam dengan baik dan benar. Kemudian dalam wasiat tersebut dikatakan bahwa seseorang yang menyebarluaskan wasiat tersebut telahmendapat rezeki sekian puluh ribu rupiah. Padahal untuk memperoleh rezeki, ada sebab-sebabnya, ada jalan dan aturannya. Adapun bersandar kepada kabar burung seperti dalam wasiat itu adalah merupakan upaya untuk menyesatkan dan meyelewengkan akal pikiran umat Islam. Kita perlu menjaga dan mengawasi kaum muslimin agar tidak membenarkan dan percaya kepada khurafat seperti ini dan agar tidak mempunyai anggapan bahwa orang yang menyebarluaskan wasiat palsu tersebut akan mendapat syafaat dari Nabi saw. sebagaimana yang dikatakan oleh penulis selebaran yang batil itu.

Wallahu a'lam bishshawab,

wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad Sarwat, Lc

Adab Berdoa

Doa merupakan sarana dialog dengan Allah. Sarana seorang hamba berkeluh kesah mengutarakan berbagai probelematika hidup kepada Dzat Yang Maha Mendengar. Allah berfirman " Berdoalah kepada- Ku niscaya akan Kuperkenankan doa kalian " ( QS. Al- mukminun : 60 ).
1. Ikhlas dalam Berdoa
Doa yang bersumber dari relung hati yang terdalam bukan doa yang dibuat-buat."Dan katakanlah : " Luruskanlah muka (diri) mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya " (QS. Al-Araf : 29 ).
2. Mengawali Doa dengan Pujian Kepada Allah
Fadhalah bin Ubaid berkata, Rasulullah mendengar seseorang yang sedang berdoa dalam shalatnya, ia tidak mengawali doanya dengan menyebut Allah (memuji-Nya) dan tidak pula bershalawat atas nabi. Kemudian Rasulullah bersabda , " Orang ini terburu-buru dalam berdoa" setelah itu Rasulullah memanggilnya dan berkata, " Apabila seorang dari kalian berdoa,hendaklah ia mengawalinya dengan pujian kepada Allah, kemudian bershalawat atas nabi. Baru kemudian berdoa sesuai dengan keinginannya." ( HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Hibban ).
3. Keyakinan atas Terkabulnya Do'a
Tidak perlu ragu-ragu dan khawatir doa kita tidak terkabul. Dan memang tidak boleh ragu sedikit pun. Harus yakin bahwa semua doa kita didengar Allah. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, "Berdoalah kepada Allah dan kalian meyakini bahwa Allah akan mengabulkannya. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan dao yang berasal dari hati yang lalai dan main-main." (HR. Tirmidzi, Hakim dan Ibnu Hibban ).
Imam Ar-Razi seorang ulama terkenal berkata : " Kaum muslimin sepakat bahwa doa yang hanya menjadi penghias bibir tanpa diikuti oleh keterikatan hati maka doa itu tidak akan banyak membantu."
4. Tidak Putus Asa dalam Berdo'a
Setelah selesai berdoa , yang merupakan bagiandari sebuah usaha agar takdir yang akan datang itu sesuai dengan keinginan kita, janganlah putus dalam berdoa. Jangan patah arang walaupun hingga saat ini apa yang kita minta tak kunjung nampak hasilnya. Apalagi"ngambek"kepada Allah, jangan sampai terjadi.
Belum terkabulnya yang kita minta, tidak berarti bahwa Allah mengingkari janji-Nya, dan tidak lagi sayang kepada kita. Buang jauh-jauh perasaan itu, karena wujud terkabulnya doa itu sendiri bermacam-macam. Mungkin doa kita segera terkabul tak lama setelah kita bedoa. Atau mungkin pula Allah menundanya hingga waktu yang lain, atau bisa pula doa kita tidak terkabul tetapi Allah menggantinya dengan nikmat lain, yang seringkali nikmat itu tidak kita sadari. Atau bahkan doa itu menjadi wasilah tertolaknya bencana. Selain itu, doa juga bisa menjadi sebab penghapusan dosa, sekaligus sebagai bekal timbangan amal kebaikan kita di akhirat.
Rasulullah bersabda,"Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu berdoa, dan orang yang paling kikir adalah orang yang enggan mengucapkan salam."(HR. Thabrani, Baihaqi dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah).
5. Tidak berlebih - lebihan dalam Berdo'a
Ulama menjelaskan maksud dari belebih-lebihan dalam berdoa. Yaitu seseorang berdoa dengan memohon sesuatu yang terlarang, atau berdoa dengan suara yang keras. Atau terlalu berlebih-lebihan dalam menyusun kata-kata. Dengan kata lain, ia berusaha menyusun kata yang bersajak. Padahal yang lebih baik sebenarnya berdoa dengan doa yang ma'tsur (doa yang diambil dari Al-Qur'an dan Hadist). Tapi kalau tidak bisa dan belum hafal,ya silahkan berdoa dengan bahasa yang kita kuasai.
Berdoa dengan suara keras itulah yang sering kita temukan dimasyarakat yang justru mengganggu kekhusyukan teman sebelahnya yang juga sedang berdoa.
"Sesungguhnya akan ada suatu kaum dari umat ini yang berlebih-lebihan dalam bersuci dan berdoa." (HR. Ahmad dari Abdullah bin Mughaffal).